Hanya sekitar 40 persen atau 148 suara dari 359 anggota parlemen Partai Konservatif menentang Johnson. Angka tersebut tidak cukup karena dibutuhkan 180 suara untuk menggulingkannya.
Setelah pemungutan suara dilakukan, Johnson menyebut kemenangan itu menambah kekuatan pemerintahannya.
"Artinya sebagai pemerintah, kita dapat melanjutkan dan fokus pada hal-hal yang menurut saya benar-benar penting bagi rakyat," kata Johnson, seperti dikutip
VOA.
Johnson berada di bawah pengawasan ketat setelah kedapatan menggelar pesta di kantornya di Downing Street selama lockdown nasional diberlakukan untuk mengekang Covid-19.
Anggota parlemen di seluruh spektrum politik telah menyuarakan keprihatinan tentang Johnson. Sementara kemarahan publik tidak terhindari.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: