Pusat Anti-Disinformasi Ukraina menelusuri, informasi tersebut adalah palsu dan disebarkan oleh jurnalis pro-Kremlin. Berita palsu itu juga mengungkapkan bahwa Duda adalah cucu seorang letnan di Organisasi Nasionalis Ukraina-Tentara Pemberontak Ukraina (OUN-UPA). Sang Kakek disebut-sebut berperang melawan Polandia dan mengambil bagian dalam perang 1943, yang dikenal sebagai tragedi Volin.
Pemusnahan massal etnis Polandia dan warga sipil lainnya, yang dikenal sebagai pembantaian atau tragedi Volyn, di bagian barat Ukraina mencapai puncaknya pada bulan Juli tahun itu.
Tangkapan layar dari eadaily.com/Melagien, kakek dari Presiden Polandia Andrzej Duda adalah seorang Ukraina selama lebih dari setahun
Di wilayah itu, yang sebelum 1939 diperintah oleh Polandia dan diduduki oleh Nazi Jerman atau Uni Soviet pada pecahnya Perang Dunia II, ada sekitar 100 ribu orang yang terbunuh. Pembalasan pihak Polandia juga telah merenggut ribuan korban sipil Ukraina.
Sang Kakek, diduga membesarkan "cucunya" dalam semangat Nazisme, itulah sebabnya dia sekarang sangat mendukung Ukraina.
Berita palsu itu berkembang sejak lama, bahkan sejak sekitar 2015 lalu. Meski begitu, Duda membantahnya.
"Ini benar-benar omong kosong," tulis Duda di akun Twitter-nya, sambil menyebut bahwa nama kakeknya adalah Aloyza Duda dan tinggal di Stary Sacz. Kakeknya seorang pria berbulu dan meninggal pada tahun Juli 1992.
Sementara kakek yang ramai diberitakan itu meninggal pada tahun 1950, tak memiliki anak, apalagi cucu.
Andrzej Sebastian Duda lahir di Krakow pada 16 Mei 1972.
Jadi, jelas tidak ada ikatan apa pun antara Duda yang presiden Polandia, dengan 'kakek' Duda yang disebut-sebut media, selain hanya kebetulan nama yang sama. Nama Duda memang populer di Ukraina dan di Polandia.
Pusat Pemberantasan Disinformasi menghubungkan berita palsu ini dengan dukungan Polandia untuk invasi ke Ukraina, terutama dengan kunjungan Duda baru-baru ini ke Kyiv.
BERITA TERKAIT: