Desak Putin Segera Akhiri Operasi Militer, Italia: Perang Dunia untuk Roti Harus Dihentikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 06 Juni 2022, 08:13 WIB
Desak Putin Segera Akhiri Operasi Militer, Italia: Perang Dunia untuk Roti Harus Dihentikan
Aparat memeriksa gudang penyimpanan gandum Ukraina yang rusak di Kherson/Net
rmol news logo Konflik militer antara Rusia dan Ukraina dipercaya aka berdampak pada ketidakstabilan global. Menteri Luar Negeri Italia Luigi di Maio bahkan mengingatkan jika konflik tidak segera berakhir, kelaparan yang diakibatkannya dapat memicu ketidakstabilan politik di Afrika.

Lebih parah Menlu Italia memperingatkan dalam pernyataannya bahwa proliferasi organisasi teroris dan kudeta sudah di depan mata.

“Perang Dunia untuk Roti sudah berlangsung dan kita harus menghentikannya,” katanya, seperti dikutip dari AFP, Minggu (6/6).

Di Maio juga mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin Putin untuk melakukan dialog dan mencapai kesepakatan damai sesegera mungkin, termasuk kesepakatan khusus tentang gandum.

“Kita tidak boleh lupa bahwa ada 30 juta ton biji-bijian yang diblokir di pelabuhan Ukraina oleh kapal perang Rusia. Apa yang kami lakukan adalah bekerja untuk memastikan bahwa Rusia membuka blokir ekspor biji-bijian di pelabuhan Ukraina, karena pada saat ini kami berisiko pecahnya perang baru di Afrika," katanya.

Sementara itu Perdana Menteri Italia Mario Draghi juga telah Putin untuk mengizinkan ekspor biji-bijian dari Rusia dan bagian-bagian Ukraina di bawah kendali Rusia, dan pemimpin Rusia itu telah setuju selama Barat mencabut sanksi terhadap negaranya.

Namun, Putin membantah bahwa gandum Ukraina diblokir oleh kapal perang Rusia. Dia menunjukkan bahwa Kiev telah menanam ranjau di pelabuhannya sendiri secara ekstensif, menciptakan bahaya serius bagi kapal yang ingin mengakses pelabuhan Ukraina.

Italia mengatakan pekan lalu akan membantu untuk membuat koridor laut untuk mengangkut gandum, di samping koridor laut kemanusiaan yang ada yang dibuka di barat daya perairan teritorial Ukraina oleh Moskow bulan lalu. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA