Perang bagaimana pun akan melahirkan banyak penderitaan, gelombang imigran, krisis pangan, serta terancamnya keamanan dan keamanan yang meluas ke negara-negara di sekitarnya.
“Pada saat negara kami selama sebelas tahun berhasil mengatasi migrasi ilegal dari Suriah, kami mengamati kepanikan di Eropa atas krisis Rusia-Ukraina," kata Erdogan saat berpidato pada sesi penutupan pertemuan Konsultasi dan Penilaian Partai Keadilan dan Pembangunan, Minggu (5/6).
Ia pun menyampaikan harapan dan doanya agar ada jalan keluar untuk krisis yang sedang berlangsung.
"Kami berdoa semoga ada jalan keluar bagi permasalahan yang mereka hadapi saat ini, dan agar dunia segera keluar dari periode kritis yang dialaminya," kata Erdogan, seperti dikutip dari
TASS.
Pernyataan Erdogan muncul saat perang antara Rusia dan Ukraina melewati 100 hari.
Ia menggarisbawahi bahwa sementara dunia terus menghadapi perjuangan dengan kesulitan ekonomi dan krisis keamanan di tengah krisis Ukraina, Turki justru telah memanfaatkan "potensinya secara maksimal".
Erdogan berharap warga Turki berada dalam kedamaian. Turki akan terus mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa; "tidak ada warga negara kita yang merasa ditinggalkan."
Ia juga membahas mengenai inflasi yang muncul sejak adanya perang di Ukraina. Inflasi melonjak menjadi 73,5 persen di bulan Mei yang didorong oleh jatuhnya lira dan meningkatnya biaya energi yang didorong oleh perang di Ukraina. Pemerintahnya terus bekerja untuk meringankan kesengsaraan ekonomi Turki dan memerangi kenaikan harga.
BERITA TERKAIT: