Foto-foto yang diambil dari supermarket Shchyryi Kum menunjukkan mayat-mayat yang berpakaian sipil berserakan di lantai. Mereka sudah membusuk dan berubah warna.
Menurut penasihat walikota Mariupol, Petro Andryushchenko, pasukan Rusia tidak dapat mengubur mereka karena membutuhkan aliran air.
"Rusia membawa mayat orang mati ke sini (supermarket), mayat yang diambil dari kuburan dan sebagian digali dalam upaya untuk memulihkan pasokan air,†kata Andryushchenko, seperti dikutip
Stuff.
“Mereka hanya membuangnya seperti sampah," tambah dia.
Lebih lanjut, Andryushchenko mengatakan pihaknya telah merekrut penggali kubur dan ahli patologi untuk mengubur mayat.
Sebelum perang, Mariupol memiliki populasi sekitar 500 ribu orang. Tetapi sejak akhir Februari, Rusia menghancurkan kota Mariupol, menewaskan ribuan warga sipil.
BERITA TERKAIT: