Namun, Medinsky dalam pernyataannya pada Minggu (22/5) mengatakan bahwa proses dialog hanya bisa tercapai jika Kyiv mempunyai keinginan yang sama.
“Bagi kami, kami siap untuk melanjutkan dialog. Tapi saya akan tekankan sekali lagi: bola untuk kelanjutan pembicaraan damai ada di pengadilan Ukraina. Pembekuan pembicaraan sepenuhnya merupakan inisiatif Ukraina,†kata Medinsky, seperti dikutip dari
TASS, Senin (23/5).
"Rusia tidak pernah menolak negosiasi, termasuk di tingkat tertinggi. (Presiden Rusia) Vladimir Putin telah berulang kali mengkonfirmasi hal ini. Satu-satunya pertanyaan adalah agar pertemuan puncak terjadi antara presiden, diperlukan persiapan yang serius," tambah perunding utama Rusia tersebut.
Pembicaraan antara delegasi Rusia dan Ukraina telah diadakan secara teratur sejak pasukan Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari.
Negosiator utama Ukraina Mykhaylo Podolyak mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya menolak tawaran gencatan senjata sampai Rusia melepaskan wilayah yang didudukinya.
“Jangan menawarkan kami gencatan senjata - ini tidak mungkin tanpa penarikan total pasukan Rusia. Ukraina tidak tertarik dengan 'Minsk' baru dan pembaruan perang dalam beberapa tahun," kata Podolyak.
"Sampai Rusia siap untuk sepenuhnya membebaskan wilayah yang diduduki, tim perunding kami adalah senjata, sanksi, dan uang," ujarnya.
BERITA TERKAIT: