Kementerian Luar Negeri Sri Lanka pada Minggu (8/5) mengungkap, AIIB sedang mempertimbangkan untuk memberikan 100 juta dolar AS dalam bentuk pinjaman dan dukungan.
AIIB sendiri didirikan pada tahun 2014 untuk mempromosikan investasi infrastruktur di seluruh Asia, memperoleh sebagian besar pendanaannya dari China.
Dimuat
Reuters, China adalah pemberi pinjaman bilateral terbesar Sri Lanka, dengan saldo 6,5 miliar dolar AS yang sebagian besar dipinjamkan selama dekade terakhir untuk proyek infrastruktur besar, termasuk jalan raya, pelabuhan, bandara, dan pembangkit listrik tenaga batu bara.
Beijing telah memberikan Sri Lanka pinjaman sindikasi 1,3 miliar dolar AS dan swap dalam mata uang 1,5 miliar dolar AS untuk meningkatkan cadangannya.
Kedua negara sedang dalam pembicaraan untuk batas kredit 1,5 miliar dolar AS dan pinjaman sindikasi baru hingga 1 miliar dolar AS.
Bulan ini, Kolombo mengatakan pembicaraan antara Sri Lanka dan China telah dimulai sejak April untuk restrukturisasi utang.
Ekonomi Sri Lanka dipukul keras oleh pandemi, kenaikan harga minyak dan pemotongan pajak populis oleh pemerintah Presiden Gotabaya Rajapaksa.
Menteri Keuangan Ali Sabry mengatakan, Sri Lanka berada dalam krisis, dengan cadangan devisa yang dapat digunakan turun menjadi 50 juta dolar AS.
BERITA TERKAIT: