Begitu yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Moldova, Nicu Popescu dalam sebuah wawancara dengan
Sky News yang dikutip
Al Jazeera, Minggu (1/5).
“Saya pikir masa depan seluruh benua bergantung pada kapasitas Ukraina untuk mempertahankan sistem politiknya, negaranya, ketahanannya,†kata Popescu.
Pernyataan Popescu muncul di tengah banyaknya dugaan pakar dan pejabat yang menyebut Rusia akan menyerang Moldova setelah menguasai Ukraina.
Pejabat senior militer Rusia bahkan mengatakan pasukannya berusaha mengambil kendali penuh atas Ukraina selatan, lantaran dapat membuka koridor darat ke wilayah separatis Transnistria, di mana pasukan Rusia telah ditempatkan.
Transnistria sendiri merupakan sebidang tanah dengan sekitar 470.000 orang antara Moldova dan Ukraina. Wilayah telah berada di bawah kendali otoritas separatis sejak perang 1992 dengan Moldova.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: