Hal itu diungkap oleh Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov ketika melakukan wawancara dengan saluran TV Rusia pada Senin (25/4).
Dalam kesempatan itu, Antonov mengkritik rencana AS untuk mengirim paket senjata baru senilai 800 juta dolar AS ke Ukraina. Ia menyebut mengirim senjata ke Kyiv tidak berkontribusi pada solusi diplomatik.
"Ini adalah angka yang sangat besar," ujarnya, seperti dikutip
Newsmax.
Dalam nota diplomatiknya, Antonov mengatakan, Rusia menekankan Moskow tidak bisa menerima langkah AS yang memasok Ukraina dengan persenjataan.
"Kami menuntut diakhirinya praktik ini," tegasnya, mengutip nota diplomatik itu.
Presiden Joe Biden mengumumkan bantuan militer AS pada 21 April. Ia berjanji untuk mengirim artileri berat, amunisi, serta drone taktis Phoenix Ghost baru yang dikembangkan oleh Angkatan Udara AS, ke Ukraina.
Biden juga berjanji untuk mengirim lusinan howitzer dan 144 ribu butir amunisi ke Kyiv.
BERITA TERKAIT: