Berbicara dalam konferensi pers pada Senin (4/4), jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengatakan Washington harus membuat keputusan politik untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.
"Amerika bertanggung jawab atas penghentian pembicaraan kesepakatan yang sudah sangat dekat ini," ujarnya, seperti dikutip
Reuters.
Khatibzadeh juga menegaskan Teheran tidak akan bisa menunggu selamanya.
Pada Kamis (31/3), Departemen Luar Negeri AS mengatakan masih ada beberapa masalah luar biasa yang harus dibahas dalam pembicaraan nuklir, dan itu berada dalam tanggung jawab Teheran untuk membuat keputusan.
Sementara bagi Iran, masalah luar biasa tersebut termasuk Washington yang menghapus Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris asing.
Teheran juga menginginkan jaminan bahwa AS tidak akan menarik diri dari kesepakatan di masa depan, termasuk sejauh mana sanksi akan dibatalkan adalah masalah lain yang belum terselesaikan.
BERITA TERKAIT: