Keduanya bertemu di sebuah resor di kota Antalya, Turki bagian selatan pada Kamis (10/30). Itu merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama yang dilakukan sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu.
Berlangsung selama 1,5 jam, pertemuan tersebut dikatakan bukan pembicaraan yang mudah.
Dikutip
Reuters. Kuleba mengatakan pihaknya mengupayakan gencatan senjata selama 24 jam di seluruh zona pertempuran dan pembukaan koridor kemanusiaan di Mariupol agar proses evakuasi dapat dilakukan.
Namun Kuleba menyebut Lavrov tidak berkomitmen untuk melakukan keduanya.
"Saya mengajukan proposal sederhana kepada Menteri Lavrov. Saya dapat memanggil menteri, otoritas, presiden Ukraina saya sekarang dan memberi Anda jaminan 100 persen tentang jaminan keamanan untuk koridor kemanusiaan," kata Kuleba dalam konferensi pers.
"Saya bertanya kepadanya 'Bisakah Anda melakukan hal yang sama?' dan dia tidak menjawab," tambahnya.
Sementara itu, dalam konferensi pers terpisah, Lavrov mengatakan tidak ada diskusi tentang gencatan senjata, dan bahwa pembicaraan di Turki tidak dapat menjadi alternatif dari jalur diplomatik utama yang nyata.
"Saya tidak terkejut Tuan Kuleba mengatakan bahwa tidak mungkin menyepakati gencatan senjata. Di sini, tidak ada yang berniat menyetujui gencatan senjata," ujarnya.
BERITA TERKAIT: