Putin menilai, pemerintahan Ukraina yang dipimpin oleh Presiden Volodymyr Zelensky telah mendiskriminasi orang-orang Rusia di negara tersebut. Bahkan rezim Ukraina berusaha membasmi budaya dan bahasa Rusia.
Namun Duta Besar Ukraina di Jakarta, Vasyl Hamianin membantah hal tersebut.
Lewat pesan audio yang diterima
Kantor Berita Politik RMOL pada Jumat (4/3), Dubes Hamianin mengatakan setengah dari populasi Ukraina berbahasa Rusia.
"Secara resmi, tentu kami menggunakan Bahasa Ukraina. Tapi 90 persen orang Ukraina mengerti Bahasa Rusia," ujarnya.
Selain itu, ia menekankan, pemerintah Ukraina tidak pernah melarang media-media Rusia, termasuk TV, untuk disiarkan di negara tersebut.
"Kecuali jika mereka menyebarkan propaganda terhadap Ukraina," tambahnya.
Putin mengumumkan Operasi Militer Khusus terhadap Ukraina pada 24 Februari lalu, dengan tujuan demiliterisasi dan denazifikasi.
Moskow menyebut, ideologi Neo-Nazi telah berkembang pesat di Ukraina. Dengan ideologi tersebut, rezim Ukraina dikatakan telah mendiskriminasi minoritas.
BERITA TERKAIT: