Presiden Mohamed Bazoum mengatakan, pasukan asing akan membantu mengamankan daerah perbatasan negara Afrika Barat itu dari ISIS.
"Mereka secara khusus akan disambut di Takuba karena memiliki keuntungan besar bagi kami. Mereka adalah pasukan khusus dengan kemampuan merespons ancaman yang ditimbulkan oleh organisasi teroris," tulis Bazoum di Twitter pada Jumat (18/2).
Bazoum menyebut, membutuhkan waktu empat hingga enam bulan sampai penarikan militer dari Mali selesai.
Prancis dan sekutu Eropanya, serta Kanada, mengumumkan penarikan pasukan mereka dari Mali pada Kamis (17/2).
Penarikan pasukan dilakukan lantaran hubungan antara Paris dan Bamako memburuk sejak para pemimpin militer Mali mengingkari kesepakatan untuk mengadakan pemilihan pada Februari. Alih-alih mereka mengusulkan untuk mempertahankan kekuasaan hingga 2025.
Kendati begitu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pertarungan akan berlanjut dari Niger.
"Jantung operasi militer ini tidak lagi di Mali tetapi di Niger, dan mungkin dengan cara yang lebih seimbang di semua negara di kawasan yang menginginkan (bantuan) ini," ujarnya pada Kamis.
Selain Prancis, Niger sudah menjadi tuan rumah bagi beberapa pasukan Amerika, Jerman, dan Italia.
BERITA TERKAIT: