ASEAN Dorong Implementasi Dua Poin Penting Konsensus dalam Krisis Myanmar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 17 Februari 2022, 17:45 WIB
ASEAN Dorong Implementasi Dua Poin Penting Konsensus dalam Krisis Myanmar
Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing/Net
rmol news logo Krisis Myanmar masih menjadi agenda utama dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN yang dilakukan secara tatap muka di Phnom Penh, Kamboja pada Kamis (17/2).

Seluruh negara anggota ASEAN kompak menyatakan harapan untuk implementasi lima poin konsensus yang telah disepakati pada April tahun lalu.

"Implementasi ini penting bagi rakyat Myanmar, implementasi ini penting untuk stabilitas dan perdamaian di kawasan, dan implementasi ini juga penting bagi kredibilitas ASEAN," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtualnya.

Retno mengatakan, terdapat dua hal penting dari implementasi lima poin konsensus yang menjadi sorotan. Pertama, dihentikannya penggunaan kekerasan. Kedua, kunjungan Utusan Khusus Ketua ASEAN dapat dilakukan, serta ia memiliki akses untuk bertemu dan berkomunikasi dengan semua pihak.

"Dua hal tersebut merupakan first step, langkah pertama implementasi lima poin konsensus, sebuah pembukaan bagi langkah selanjutnya menuju inclusive dialogue," tambahnya.

Retno juga menyebut, Indonesia menekankan pentingnya Utusan Khusus ASEAN untuk mulai melakukan kontak dengan pihak-pihak terkait lainnya. Itu karena penting bagi ASEAN untuk mendengarkan langsung pandangan para pihak yang terlibat. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA