Badan Intelijen Asing Estonia menyebut Rusia kemungkinan akan meluncurkan serangan terbatas terhadap Ukraina, dan menghindari kota-kota besar.
"Saat ini, penilaian kami adalah mereka akan menghindari kota-kota dengan populasi besar, karena dibutuhkan banyak pasukan untuk mengendalikan daerah-daerah itu," ujar Direktur Jenderal Badan Intelijen Asing Estonia, Mikk Marran kepada wartawan pada Rabu (16/2).
"Tetapi tidak ada pemahaman yang jelas tentang jalan apa yang mungkin diambil oleh pasukan Rusia," tambahnya, seperti dikutip
Reuters.
Marran mengatakan 10 kelompok tempur tentara Rusia bergerak menuju Ukraina untuk bertemu dengan sekitar 170.000 tentara yang sudah ditempatkan di perbatasan, bertentangan dengan klaim Rusia baru-baru ini bahwa pihaknya menarik pasukan kembali dari wilayah tersebut.
Marran menilai Rusia dapat membombardir Ukraina dan menduduki wilayah Ukraina timur.
"Jika Rusia berhasil di Ukraina, itu akan mendorongnya untuk meningkatkan tekanan di Baltik di tahun-tahun mendatang. Ancaman perang telah menjadi alat kebijakan utama bagi Putin," lanjutnya.
Estonia, yang berbatasan dengan Rusia, termasuk di antara banyak negara yang memantau dengan cermat ketegangan antara Ukraina dan Rusia.
BERITA TERKAIT: