Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson ketika mengunjungi markas NATO di Brussels pada Rabu (9/2), seperti dikutip
Defense Blog.
"Sebagai aliansi, kita harus menarik garis di salju dan memperjelas ada prinsip-prinsip yang tidak akan kita kompromikan," tegas Johnson.
Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov untuk membahas ketegangan di perbatasan Ukraina.
"Itu termasuk keamanan setiap sekutu NATO dan hak setiap demokrasi Eropa untuk bercita-cita menjadi anggota NATO,†tambah Johnson.
Setelah mengunjungi Brussels, Johnson berangkat menuju Warsawa, Polandia untuk bertemu dengan Presiden Andzrej Duda, Perdana Menteri Mateusz Morawiecki, dan anggota detasemen militer Inggris.
Inggris hampir menggandakan penempatan NATO di Estonia, dari 900 menjadi 1.750. Penambahan lebih dari 1.000 tentara dilakukan Inggris jika diperlukan.
Johnson juga mengatakan Inggris mengerahkan lebih banyak jet Angkatan Udara Kerajaan di Eropa selatan, dan dua kapal Angkatan Laut Kerajaan ke Mediterania timur.
BERITA TERKAIT: