Berbicara di hadapan Komite Luar Negeri dan Pertahanan Parlemen pada Selasa (8/2), Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio mengatakan, Ukraina harus menunggu lebih lama untuk bergabung menjadi anggota NATO.
"NATO tidak bisa menyerah pada kebijakan pintu terbuka dan komitmen yang dibuat pada KTT Bucharest 2008 untuk Ukraina dan Georgia untuk bergabung dengan aliansi di masa depan, tetapi kita tahu bahwa ini adalah garis merah untuk Moskow," ujarnya, seperti dikutip
Anadolu Agency.
"Di sisi lain, Kiev belum menyelesaikan reformasi yang harus diterapkan untuk mencapai keanggotaan NATO," tambahnya.
Di Maio menekankan, Italia tidak mengakui pencaplokan Krimea dan mendukung integritas teritorial Ukraina. Tetapi kemungkinan serangan Rusia ke Ukraina menjadi tugas besar bagi Uni Eropa, khususnya dalam hal energi.
"Moskow tetap sangat diperlukan untuk memastikan aliran pasokan (energi) di seluruh Eropa," ucapnya.
Moskow dan Kiev terlibat konflik sejak permusuhan di wilayah Donbas timur pecah pada 2014, setelah Rusia mencaplok Semenanjung Krimea.
Baru-baru ini, Rusia telah mengumpulkan ribuan tentara di dekat perbatasan Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa mereka mungkin merencanakan serangan militer lain terhadap Ukraina.
BERITA TERKAIT: