Departemen Luar Negeri AS menyebut hadiah itu akan diberikan melalui program
Rewards for Justice, seperti dikutip
ANI News.
"Ghafari bertanggung jawab untuk menyetujui semua operasi ISIS-K di seluruh Afghanistan dan mengatur pendanaan untuk melakukan operasi," kata departemen dalam pengumumannya pada Senin (7/2).
Ghafari telah diangkat sebagai pemimpin ISIS-K oleh ISIS pada Juni 2020. Ia telah masuk dalam daftar hitam sebagai teroris sejak November tahun lalu.
Ia menjadi dalang pemboman di Bandara Kabul pada 26 Agustus 2021, yang menewaskan 13 tentara AS dan sedikitnya 170 warga Afghanistan.
Pemboman itu terjadi di tengah evakuasi warga negara AS dan warga Afghanistan yang berisiko dari Bandara Kabul.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: