Hal itu diungkap oleh Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani ketika melakukan wawancara dengan
Axios pada Selasa (1/2).
Dari laporannya,
Axios menyebut kesepakatan tersebut untuk dua penerbangan per minggu oleh pesawat charter dari Qatar Airways.
Dengan kesepakatan tersebut, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain dapat mengevakuasi ribuan warga negara mereka dan warga Afghanistan yang rentan.
Mengutip sumber senior, Qatar Airways telah kembali mengoperasikan penerbangan evakuasi penumpang dari Afghanistan, setelah dihentikan selama dua bulan, pada 27 Januari.
Qatar menghentikan operasi penerbangan evakuasi pada awal Desember di tengah perselisihan dengan Taliban mengenai penumpang yang diizinkan untuk mengambil penerbangan.
Pembicaraan sedang berlangsung untuk memungkinkan satu penerbangan per minggu dioperasikan oleh Ariana Afghan Airlines.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: