Petir yang menyambar pada 29 April 2020 itu melintasi negara bagian Texas, Louisiana, dan Mississippi. Totalnya petir itu memiliki panjang 768 kilometer.
Rekor sebelumnya adalah petir di Brasil yang menyambar pada 2018, dengan panjang 708 kilometer.
Rekor petir terpanjang lainnya juga dibuat pada tahun 2020 di Uruguay dan Argentina utara. Kilatan kilat di dua negara Amerika Latin itu berlangsung 17,1 detik, melampaui rekor lama 16,7 detik.
"Ini adalah catatan luar biasa dari peristiwa kilatan petir tunggal," kata Kepala WMO, Randal Cerveny pada Senin (31/1), seperti dikutip
Deutche Welle.
Menurut Cerveny sambaran petir merupakan awan-ke-awan dan itu terjadi beberapa ribu kaki di udara, tidak membahayakan siapa pun.
Catatan rekor tersebut dideteksi menggunakan teknologi pelacakan satelit baru.
Teknologi yang digunakan untuk mendeteksi panjang dan durasi kilatan petir telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir.
BERITA TERKAIT: