Lewat jurubicaranya, Prayut mengatakan sistem kesehatan negara siap untuk mengatasi wabah apa pun.
Berdasarkan laporan terbaru, para ilmuwan di Siprus mengidentifikasi varian Deltacron yang telah menginfeksi 25 orang.
Jubir pemerintah, Thanakorn Wangboonchana mengatakan Pusat Genom Medis Rumah Sakit Ramathibodi telah menganalisis 25 sampel DNA pasien. Para ilmuwan juga yakin sampel tersebut kemungkinan telah terkontaminasi.
Thanakorn menyebut Departemen Layanan Kesehatan Medis di Kementerian Kesehatan juga menyebut varian tersebut belum diakui oleh otoritas kesehatan mana pun di tingkat global. Saat ini departemen juga masih meninjau laporan dan menunggu perkembangan resmi.
“Jadi, masyarakat tidak perlu panik dengan varian baru tersebut,†ujarnya mengutip Prayut, seperti dikutip
Nation Thailand.
Selama masyarakat mematuhi protokol kesehatan, Prayut meminta publik untuk tidak khawatir.
BERITA TERKAIT: