Pengembangan senjata teknologi mutakhir itu merupakan bagian dari perjanjian yang akan ditandatangani oleh kedua negara dalam beberapa hari mendatang.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan perjanjian tersebut merupakan kerangka kerja lima tahunan untuk menginvestasikan sumber daya yang lebih besar untuk memperdalam kesiapan militer dan interoperabilitas.
"Kami meluncurkan perjanjian penelitian dan pengembangan baru yang akan memudahkan para ilmuwan kami untuk berkolaborasi dalam masalah-masalah terkait pertahanan yang muncul, mulai dari melawan ancaman hipersonik hingga memajukan kemampuan berbasis ruang angkasa,†kata Blinken ketika melakukan pertemuan virtual 2+2 dengan rekan-rekannya di Jepang pada Kamis (6/1).
Pertemuan 2+2 tersebut melibatkan Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dengan Menteri Luar Negeri Jepang Hayashi Yoshimasa dan Menteri Pertahanan Kishi Nobuo.
Hayashi mengatakan AS dan Jepang harus siap merespons secara efektif tantangan masa kini dan masa depan di kawasan, terutama untuk memiliki kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: