Seorang pejabat Gedung Putih yang tak disebutkan namanya mengatakan pada Jumat (31/12) bahwa AS akan menegaskan kembali dukungannya kepada Ukraina terkait sengketa bersama negara tetangganya, Rusia.
“Selama panggilan itu, Biden akan menegaskan kembali dukungan AS untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina, membahas pembangunan militer Rusia di perbatasan Ukraina, dan meninjau persiapan untuk keterlibatan diplomatik yang akan datang untuk membantu meredakan situasi di kawasan itu,†kata pejabat itu, seperti dikutip dari
AFP, Sabtu (1/1).
Rencana percakapan tersebut juga dikonfirmasi Presiden Zelensky di akun Twitternya.
“Menantikan untuk berbicara lagi dengan @POTUS hari Minggu ini untuk mengoordinasikan langkah kami demi perdamaian di Ukraina dan keamanan di Eropa,†cuitnya.
Washington dan sekutu Eropanya menuduh Rusia mengancam bekas wilayah Soviet Ukraina dengan invasi baru.
Sekitar 100.000 tentara Rusia berkumpul di dekat perbatasan negara itu, di mana Putin telah merebut wilayah Krimea pada 2014 dan dituduh mengobarkan perang separatis pro-Rusia yang meletus pada tahun yang sama di timur.
Sementara Moskow menggambarkan kehadiran pasukan mereka sebagai perlindungan terhadap perluasan NATO, meskipun Ukraina belum ditawari keanggotaan dalam aliansi militer organisasi tersebut.
Sebelumnya, dalam diskusi berlangsung selama 50 menit bersama Putin pada Kamis (30/12), Biden memperingatkan pemimpin Rusia agar tidak menyerang Ukraina.
BERITA TERKAIT: