Dalam sebuah wawancara dengan siaran radio
RTL pada Minggu (21/11), Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan jika Shuai yang telah menghilang beberapa pekan terakhir usai menuduh mantan wakil perdana menteri China melakukan kekerasan, tidak muncul dan angkat bicara, Paris akan mengambil tindakan tegas.
"Saya hanya menunggu satu hal, Nyonya Shuai untuk berbicara. Jika pihak berwenang China ingin mengklarifikasi situasinya, mereka harus membiarkannya berbicara, sehingga dia mengatakan di mana dia tinggal, apa yang dia lakukan. Jika tidak, mereka harus menghadapi konsekuensi diplomatik," kata Le Drian, seperti dikutip
Sputnik.
Shuai telah menghilang dari mata publik setelah menerbitkan sebuah pernyataan di Weibo pada 2 November. Ia menuduh mantan wakil perdana menteri China, Zhang Gaoli yang berusia 75 tahun, melakukan pelecehan seksual terhadapnya.
Unggahan itu segera dihapus, bersama dengan akun Shuai. Sementara atlet itu berhenti berkomunikasi, memicu kekhawatiran akan keselamatannya.
Beberapa negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, telah menuntut Beijing memberikan bukti yang dapat diverifikasi tentang keamanan dan keberadaan Shuai.
Komunitas tenis global juga bergabung dengan tuntutan dan menyerukan penyelidikan penuh dan tidak memihak atas tuduhan kekerasan seksual oleh mantan wakil perdana menteri.
Pada Minggu, bintang tenis itu akhirnya muncul di depan umum untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan pada upacara pembukaan final pertandingan tenis remaja di Beijing.
BERITA TERKAIT: