Pencalonan Gaddafi untuk ikut bertarung bersama beberapa tokoh Libya lainnya dalam pemilihan 24 Desember itu diumunkan pejabat komisi pemilihan pada Minggu (14/11) waktu setempat, menurut laporan
Reuters, Minggu (14/11).
Foto-foto yang didistribusikan di media sosial menunjukkan Gaddafi dengan jubah dan sorban cokelat tradisional, dengan janggut abu-abu dan kacamata, menandatangani dokumen di pusat pendaftaran di kota selatan Sebha.
Gaddafi adalah salah satu tokoh paling menonjol yang diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai presiden. Dia akan bersaing dengan tokoh utama negara itu, termasuk Komandan Libya Timur Khalifa Haftar, Perdana Menteri Abdulhamid al-Dbeibah dan ketua parlemen Aguila Saleh.
Terlepas dari dukungan publik dari sebagian besar faksi Libya dan kekuatan asing untuk pemilihan pada 24 Desember, pemungutan suara masih diragukan karena entitas yang bersaing memperebutkan aturan dan jadwal.
Sebuah konferensi besar di Paris pada hari Jumat sepakat untuk memberikan sanksi kepada siapa pun yang mengganggu atau mencegah pemungutan suara, namun hingga saat ini masih belum ada kesepakatan tentang aturan siapa saja yang dapat mencalonkan diri.
Sejak berakhirnya rezim diktator Gaddafi, Libya terus terlibat dalam kekerasan. Semntara otoritas negara dipegang Kongres Nasional Umum, berbagai kelompok milisi masih bersaing untuk merebut kekuasaan.
BERITA TERKAIT: