Bergabungnya Sara Duterte-Carpio yang hanya beberapa hari dari tenggat waktu, memicu spekulasi bahwa dia akan terlambat masuk ke pemilihan presiden untuk menggantikan ayahnya.
Sara, 43 tahun, sebelumnya tidak tertarik untuk mengikuti pemilihan presiden. Namun, ia justru telah memimpin jajak pendapat nasional tentang kandidat pilihan presiden sebagai sosok yang disukai. Pada Selasa (9/11) Sara pun mengundurkan diri dari pemilihan walikota kota Davao yang akan digelar tahun depan untuk lebih berkonsentrasi pada partai politiknya ini.
Anggota kongres Martin Romualdez, presiden Lakas-CMD, partai yang dikendalikan oleh mantan presiden Gloria Macapagal-Arroyo, seorang pialang kekuatan politik utama Filipina, memuji Sara.
"Duterte-Carpio adalah pemimpin yang menjanjikan dan aset yang luar biasa," katanya, seperti dikutip dari
Bangkok Post, Kamis (11/11).
Partai tersebut sebenarnya telah calonkan kandidatnya, tetapi calon-calob tersebut secara luas dipandang dapat diganti pada menit terakhir. Batas waktu untuk perubahan adalah 15 November.
Rodrigo Duterte (76) yang tidak dapat mencalonkan diri kembali pada pemilihan mendatang, juga adalah 'calon pengganti' pada pemilihan 2015, 11 jam menjelang pemilihan yang dimenangkannya dengan meyakinkan.
Pengamat politik menduga hal yang sama akan terjadi pada putrinya itu.
BERITA TERKAIT: