Menteri Kesehatan Irlandia Utara, Robin Swann, menggugat Van Morrison, setelah penyanyi itu melemparkan tuduhan yang merusak reputasianya. Morrison, 76 tahun, secara blak-blakan mengkritiknya, merusak reputasinya dengan menyiratkan bahwa dia tidak layak untuk posisinya dan salah dalam penanganan pandemi.
Pengacara Swann mengatakan bahwa gugatan terhadap Morrison telah dilayangkan dan kemungkinan pemeriksaan dan persidangan akan berlangsung pada awal tahun.
Tidak tanggung-tanggung, ada tiga gugatan yang dilayangkan Swann. Swann dilaporkan atas pencemaran nama baik yang dilakukannya sebanyak tiga kali.
Yang pertama adalah di Hotel Europa Belfast pada bulan Juni ketika Morrison berusaha membuat para penggemarnya meneriakkan "Robin Swann sangat berbahaya." Insiden ini terjadi setelah beberapa pertunjukan penyanyi itu dibatalkan karena penguncian Covid-19, seperti dikutip dari
Sunday Life.
Peristiwa itu direkam dalam sebuah video dan menjadi viral. Dalam rekaman, nampak Morrison memanggil anggota parlemen dari Partai Serikat Demokrat Ian Paisley ke atas panggung untuk bergabung dengannya dalam nyanyian.
Paisley sendiri telag mengklarifikasi dan menggambarkannya sebagai "parodi" dan mengatakan dia tidak percaya Swann berbahaya.
Kemudian peristiwa berikutnya terjadi di Europa Hotel, ketika Morrison ditanya tentang komentarnya terhadap Swann.
"Tidak, tidak, saya tidak menyesali (berkomnegtar demikian). Tentu saja dia berbahaya," kata Morrison kepada Sunday Life.
“Dia penipu, saya yakin dia penipu. Mengapa saya harus menyesalinya?" tambahnya. "Dia menyebut saya berbahaya dan saya menyebutnya berbahaya."
Komentar Morrison itu dianggap telah mencoreng citra Swann sebagai pejabat negara.
Kemudian, peristiwa berikutnya terkait konten di saluran YouTube Morrison. Musisi itu memposting video YouTube pada bulan Juni berjudul "Penjelasa", yang isinya menjabarkan alasan ia menyebut Swann berbahaya.
Di dalam video itu, Morrison salah menyebut nama menteri kesehatan itu sebagai 'Robert Swann'. Morrison mengaku, ia menghubungi Swann kira-kira setahun yang lalu meminta "bukti ilmiah" untuk menguatkan mengapa musik live dilarang selama pandemi.
BERITA TERKAIT: