Delapan Polisi Terluka dalam Bentrokan dengan Pengunjuk Rasa di Parliament Square London

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 06 November 2021, 12:05 WIB
Delapan Polisi Terluka dalam Bentrokan dengan Pengunjuk Rasa di Parliament Square London
Petugas menghalau peserfta aksi demonstrasi di Malam Api Unggun di London, Jumat 5 November 2021/Net
rmol news logo Pusat kota London terlihat kacau dan menakutkan saat ratusan aktivis anti-kemapanan bentrok dengan polisi pada Jumat (5/11).

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan bagaimana pengunjuk rasa yang mengenakan topeng bergaya Guy Fawkes dan menyemut di Parliament Square berusaha memberontak saat didorong mundur oleh barisan petugas yang mengenakan alat pelindung.

Banyak yang melemparkan kembang api dan benda lain seperyi botol ke arah petugas. Setidaknya delapan petugas terluka berat dan ringan, dan dua belas pengunjuk rasa ditangkap, menurut laporan Polisi Metropolitan.

“Total 12 penangkapan dilakukan saat mengawasi demonstrasi malam ini di seluruh London. Penangkapan tersebut dilakukan untuk berbagai pelanggaran. Delapan petugas kami terluka. Ini tidak bisa diterima. Operasi kepolisian akan berlanjut hingga malam hari,”  isi cuitan Kepolisian Metropolitan di Twitter, seeprti dikutip dari The Guardian, Jumat malam (5/11).

Protes The Million Mask March di Malam Api Unggun, berubah menjadi kekacauan ketika pengunjuk rasa tidak bersedia dibubarkan petugas. Mereka menentang pembatasan penguncian Covid, yang sepenuhnya telah dicabut beberapa bulan lalu, sementara yang lain meneriakkan  retorika anti-vaksinasi.

Patung Perdana Menteri Boris Johnson dibakar oleh puluhan orang yang telah berkumpul sejak sore hari. Petugas mulai memasang ancang-ancang sikap lebih tegas saat ratusan orang berupaya melakukan tindakan yang lebih berbahaya seperi melemparkan petasan, kembang api, dan benda-benda keras. Beberapa lainnya mulai melakukan aksi pemukulan terhadap sesama pemrotes.

Seorang peserta aksi mengatakan bahwa aksi protes malam itu adalah kelanjutan dari aksi yang mereka lakukan di awal pandemi.

Tahun lalu, hampir 200 orang ditangkap selama protes karena melanggar pembatasan penguncian.

Petugas pun merapatkan barisan untuk lebih bersiaga mengantisipasi protes yang lebih besar lagi. Petugas  akan diberi perlengkapan seragam ketertiban umum khusus, dan sejumlah penghalang pelindung akan ditempatkan di seluruh lokasi di pusat kota London.

Merespon kekacauan malam itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Skotlandia mendesak masyarakat untuk menghormati para petugas.

“Tolong jangan serang petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Skotlandia yang hanya melakukan pekerjaan mereka. Mengapa menyerang kami, padahal kami di sini untuk melindungi Anda dari bahaya?” cuitnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA