Lewat video singkat yang dilihat redaksi pada Jumat (5/11), Najib menekankan ia akan melakukan tugas utama sebagai dubes, yaitu menjaga hubungan dua negara, baik secara politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Tetapi di samping itu, ia juga memiliki dua program baru untuk dikembangkan.
"Pertama, membentuk apa yang disebut dengan diaspora muslim Indonesia atau DMI," kata Najib.
Ia menjelaskan, warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri merupakan bagian dari instrumen diplomasi. Selain itu, program DMI juga bertujuan untuk menekan kemungkinan WNI dipengaruhi ideologi dan paham keagamaan yang tidak jelas dan mengganggu.
"Yang kedua, saya juga akan mengembangkan apa yang disebut dengan
interfaith dialogue. Dengan
interfaith dialogue ini kita akan mengajak tokoh-tokoh agama setempat, khususnya di Spanyol yang mayoritas Katolik untuk mengembangkan moderasi beragama," jelasnya.
Jika pada prosesnya kedua program itu berhasil, Najib berharap ia dapat mengembangkan dan memperluas moderasi beragama ke seluruh kawasan Eropa, dan bahkan dunia.
Namun untuk melakukan program tersebut, ia menggarisbawahi pentingnya dukungan Kementerian Luar Negeri. Selain ia juga telah berkomunikasi dengan Komisi VIII DPR RI, yang siap menggandeng Kementerian Agama.
"Saya meyakini gerakan ini akan memiliki power kuat. Apalagi sekarang momentumnya," pungkas Najib.
BERITA TERKAIT: