Hal itu disampaikan Thebault dalam pidatonya di National Press Club of Australia baru-baru ini, seperti dikutip
Sputnik, Rabu (3/11).
Thebault secara blak-blakan menyatakan bahwa Australia telah menipu Prancis dengan sengaja. Ia juga mengatakan Australia telah menusuk Prancis dari belakang.
"Apa yang dapat dipikirkan oleh mitra Australia sekarang? Apa nilai dari tanda tangan Australia?" sindirnya.
Ia mengakui Australia memang memiliki kebebasan untuk memperkuat pertahanan nasional. Tetapi Australia membuat klaim bohong dengan menyebut telah berkonsultasi dengan Prancis.
Pada pertengahan September, Australia membatalkan kesepakatan senilai 90 miliar dolarAS dengan Prancis untuk membangun 12 kapal selam bertenaga diesel yang diproyeksikan akan diperpanjang hingga tahun 2050-an.
Tetapi Australia malah memilih kapal selam bertenaga nuklir melalui pembentukan AUKUS, pakta keamanan trilateral antara Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.
BERITA TERKAIT: