Rencana itu dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada Jumat (23/9). Sebelumnya, Wakil Menteri Kebudayaan dan Informasi Zabihullah Mujahid mengungkap rencana itu.
"Ini sedang dinegosiasikan, tetapi terlalu dini untuk membahas detailnya," kata sumber di Kemlu Rusia, seperti dikutip
Sputnik.
Sejauh ini, seperti banyak negara lainnya, Rusia belum mengakui pemerintahan Taliban. Meski begitu, Rusia menjadi salah satu pihak selain China yang menjalin kontak secara intens dengan Taliban.
Taliban merebut kendali pemerintahan Afghanistan sejak pertengahan Agustus, kemudian mengumumkan kabinet baru yang banyak dikritik.
Pemerintahan baru Afghanistan di bawah kendali Taliban dipimpin oleh Perdana Menteri Mohammad Hassan Akhund, dengan wakilnya Mullah Abdul Ghani Baradar.
BERITA TERKAIT: