"Kerumunan besar orang, termasuk banyak yang tidak memenuhi syarat untuk relokasi telah membuat akses ke bandara menjadi sangat sulit," ujar kedutaan dalam pernyataannya.
Kedutaan berupaya membuat akses menjadi lebih mudah, terutama karena mereka berkejaran dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan. Mereka juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk para pengungsi yang masih menunggu pemberangkatan, seprti perlengkapan bayi dan makanan.,
Departemen Pertahanan dalam pernyataannya pada Senin (23/8) mengatakan mereka telah mengaktifkan Tahap 1 dari Armada Udara Cadangan Sipil (CRAF). Tiga pesawat berbadan lebar dikerahkan ke pangkalan militer dan titik transit aman lainnya di Semenanjung Arab dan di Eropa untuk membantu evakuasi darurat warga AS dan pengungsi yang datang dari Kabul, Afghanistan.
Mereka yang diangkut adalah sebagian pasukan AS, warga sipil Amerika, dan warga Afghanistan yang telah bekerja untuk pihak AS selama ini dan mempertaruhkan nyawanya mereka untuk membantu menjaga warga AS.
Duta Besar Amerika untuk Afghanistan Ross Wilson mengungkapkan suka cita dan rasa terima kasihnya atas peran semua pihak yang terkait dalam membantu mengevakuasi warga.
"Saya sangat bangga dengan tim dari @USEmbassyKabul dan juga kami dari @DeptofDefense. Mereka bekerja hari demi hari untuk mendukung upaya merelokasi warga AS dan warga Afghanistan yang berisiko. Komitmen mereka tak tertandingi," katanya dalam cuitan Twitter pada (23/8).
Nampak dalam foto-foto yang beredar di media sosial, Ross mengunjungi Bandara Hamid Karzai International Airport (HKTI) untuk memantau langsung proses evakuasi.
BERITA TERKAIT: