Hal itu dipastikan oleh Kuasa Usaha Amerika Serikat Ross Wilson melalui unggahan di Twitter pada Selasa (17/8). Unggahan tersebut menegaskan bahwa dia dan staf kedutaan masih akan berada di Kabul dan membantu warga Amerika Serikat dan warga Afghanistan yang rentan untuk meninggalkan negara itu.
Pada unggahan tersebut, dia juga memastikan komitmen pihak kedutaan untuk warga Afghanistan
Tweet lebih lanjut berbunyi bahwa komitmen mereka untuk melanjutkan keterlibatan di Afghanistan.
Mengutip kabar yang dimuat media Afghanistan
Khaama Press, misi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kabul saat ini hanya terfokus pada evakuasi ribuan warga negara Amerika Serikat dan warga Afghanistan yang rentan. Mereka nantinya akan dipindahkan ke negara ketiga atau langsung ke Amerika Serikat.
Agar misi tersebut dapat berfungsi dengan baik, Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah memerintahkan pengerahan hingga enam ribu tentara. Mereka juga memperingatkan Taliban soal tanggapan cepat jika diserang.
Meski begitu, utusan Amerika Serikat untuk Afghnistan tidak menjelaskan lebih jauh soal di lokasi mereka saat ini di Kabul. Namun ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa mereka akan dipindahkan ke bandara Kabul.
Ross Wilson juga mengeluarkan peringatan di Twittter yang meminta orang-orang untuk tidak pergi ke Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul sampai mereka mendapatkan email dari kedutaan.
BERITA TERKAIT: