Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan bahwa situasi di Afghanistan sangat tidak kondusif dan warga Belanda harus segera dievakuasi.
“Situasi di Afghanistan tidak jelas dan mengkhawatirkan,†kata Rutte setelah menggelar pertemuan bersama Menteri Luar Negeri Sigrid Kaag, Senin (16/8) waktu setempat.
“Semuanya sedang dilakukan untuk mengeluarkan staf kedutaan, penerjemah, dan ‘orang lain yang pantas mendapatkan perlindungan kita’ dari Afghanistan,†ujarnya.
Rutte tidak menjelaskan siapa yang dia maksud dengan ‘orang lain’ dalam pernyataannya tersebut.
Sementara Menlu Kaag belum mau berkomentar banyak tentang situasi tersebut.
“Kami sedang berusaha untuk membawa mereka keluar dari Afghanistan," katanya singkat.
Ibukota Afghanistan Kabul jatuh ke tangan Taliban pada hari Minggu (15/8). Gerakan militer ekstremis itu telah mendapatkan kekuatan dengan kecepatan yang mengkhawatirkan sejak pasukan NATO mulai menarik diri. Pada hari Minggu dan Senin, ribuan orang berkumpul di bandara di Kabul, mencoba melarikan diri dari negara itu sebelum Taliban bisa menghentikan mereka.
Menteri Pertahanan Ank Bijleveld sebelumnya mengatakan bahwa sebuah pesawat dikirim untuk menjemput warga Belanda di negara itu . Namun situasi kacau membuat pesawat mereka tidak bisa mendarat di Kabul.
BERITA TERKAIT: