Seorang sumber diplomatik mengatakan kepada
CNN bahwa keputusan Presiden Joe Biden untuk tetap menarik pasukan AS dari Afghanistan adalah tanda bahwa ia ingin menghindari "momen Saigon".
Itu merujuk pada peristiwa perebutan ibukota Vietnam Selatan, Saigon, oleh Tentara Rakyat Vietnam pada 30 April 1975. Peristiwa itu menandai berakhirnya Perang Vietnam 1955-1975. Ketika itu, Vietnam Utara didukung oleh China dan Uni Soviet, sedangkan Vietnam Selatan didukung oleh AS dan sekutunya.
Saat ini, Taliban juga tengah merebut banyak wilayah Afghanistan. Lebih dari setengah ibukota provinsi di Afghanistan juga telah dikuasai Taliban.
Sumber itu mengatakan, dengan tetap menarik ribuan tentaranya, AS sudah menyadari kemungkinan runtuhnya pemerintahan Afghanistan.
"Dan bahwa dampak bagi warganya dapat mengancam untuk menjadi noda permanen mengenai warisan kebijakan luar negeri Biden," tambahnya.
Namun peneliti di Carnegie Endowment for International Peace, Karim Sadjadpour memperingatkan, situasi ini justru dapat menjadi bumerang bagi pemerintahan Biden.
"Mundur dari Afghanistan seharusnya memberi Biden lebih banyak perhatian untuk fokus pada China. Kenyataannya adalah perang saudara yang dihasilkan atau pengambilalihan Taliban di Afghanistan akan membutuhkan lebih banyak perhatiannya daripada sebelumnya," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: