Hal itu disampaikan dalam komunike bersama delegasi Kabul dan Taliban ketika bertemu di Doha, Qatar pada akhir pekan.
"Pihak yang berunding telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan tingkat tinggi sampai solusi yang dapat diterima tercapai dan mengadakan pertemuan semacam itu di masa depan," bunyi komunike yang dibacakan Ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Abdullah Abdullah pada Minggu (18/7).
"Para pemimpin delegasi telah menugaskan tim perunding mereka untuk mempercepat pembicaraan," lanjutnya, seperti dikutip
Sputnik.
Dalam komunike tersebut, kedua belah pihak mengatakan kompromi diperlukan yang akan didasarkan pada prinsip-prinsip Islam dan akan menguntungkan semua warga Afghanistan.
Keduanya juga menyatakan bahwa infrastruktur sipil tidak boleh dirusak, dan perlu upaya menghindari korban sipil, serta mengamankan pengiriman bantuan kemanusiaan ke seluruh wilayah.
Pembicaraan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban berlangsung di tengah gelombang kekerasan menyusul penarikan pasukan AS dan NATO.
BERITA TERKAIT: