Informasi diungkap oleh Direktur Badan Intelijen Nasional Korea Selatan Park Jie-won kepada peserta misa Mokpo, seperti dikutip
Sputnik, Minggu (11/7).
Ia mengatakan pihaknya akan membahas kunjungan Paus ke Korea Utara dengan Kongregasi Vatikan untuk Klerus Uskup Agung Lazarus You Heung-sik dan Dutabesar Vatikan untuk Korea Selatan Uskup Agung Alfred Xuereb.
Informasi dari Park itu pertama kali dilaporkan oleh kantor berita yang berafiliasi dengan Vatikan, Fides. Namun kabar tersebut direspons skeptis oleh Kongregasi Vatikan untuk Klerus.
"Secara manusiawi, tampaknya hanya ada sedikit harapan, tetapi karena Tuhan Mahakuasa, saya mencoba, dengan berdoa kepada-Nya, untuk menyambut semua yang dapat berguna untuk mempromosikan perdamaian," ujar Uskup Agung Lazarus You Heung-sik.
Rencana kunjungan Paus ke Korea Utara sebenarnya sudah muncul pada 2018. Ketika itu, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memberi tahu Paus bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengundangnya untuk mengunjungi Pyongyang.
Tetapi pejabat Vatikan saat itu menanggapi bahwa undangan harus diajukan secara tertulis.
Meski begitu, pejabat Vatikan mengatakan, menjadi mediator untuk perdamaian di Semenanjung Korea akan menambah nilai bagi Paus.
Beberapa waktu lalu, Paus Fransiskus baru melakukan operasi sehingga menunda beberapa kunjungan. Ia berencana untuk mengunjungi Slovakia dan Hongaria pada September nanti.
BERITA TERKAIT: