Jauh sebelum kesepakatan damai AS dan Taliban pada Februari 2020, Biden sudah merasa frustasi dengan misi di Afghanistan.
Dari laporan
Reuters, hilangnya keyakinan Biden atas misi AS di Afghanistan muncul sejak kunjungannya sebagai Wakil Presiden ke Kabul pada Januari 2009.
Dalam jamuan makan malam, Biden dan Hamid Karzai, Presiden Afghanistan saat itu, terlibat percekcokan. Ketika perselisihan berlanjut, Biden melemparkan serbetnya dan makan malam berakhir dengan tiba-tiba.
Perselisihan tersebut tampaknya telah mengecilkan optimisme Biden bahwa AS dapat membangun kembali Afghanistan setelah menggulingkan Taliban.
Bahkan ketika pulang ke Washington, Biden memperingatkan Presiden Barack Obama untuk tidak menempatkan lebih banyak pasukan di Afghanistan. Namun Biden kalah dalam perselisihan kebijakan karena akhirnya Obama mengirim pasukan tambahan ke Afghanistan.
Dengan kekuasaan di tangannya, setelah menjabat di Gedung Putih, Biden memberikan perintah untuk menarik pasukan.
Pada Kamis (8/7), Biden mengakui bahwa perang saudara baru kemungkinan dapat meletus di Afghanistan. Tetapi hal itu tidak mengurungkan keputusannya untuk menarik pasukan AS.
"Saya membuat keputusan dengan mata jernih. Saya tidak akan mengirim generasi Amerika lainnya untuk berperang di Afghanistan tanpa harapan yang masuk akal untuk mencapai hasil yang berbeda," tegasnya.
BERITA TERKAIT: