Kabar tersebut dikemukakan oleh kelompok surat kabar
Funke pada Kamis (8/7) dengan mengutip keterangan pejabat pemerintah anonim.
Jika kabar tersebut benar adanya, maka turis dan orang Jerman yang kembali ke tanah air mereka perlu menunjukkan tes negatif untuk menghindari karantina.
Meski begitu, kabar ini muncul bukan tanpa alasan. Pasalnya, tingkat infeksi Covid-19 di Spanyol meningkat lebih dari dua kali lipat dalam seminggu karena varian Delta menyebar dengan sangat cepat terutama pada orang dewasa dan muda yang tidak divaksinasi.
Jerman sendiri sebelumnya hanya menetapkan beberapa wilayah di Spanyol sebagai wilayah berisiko.
Merujuk pada data resmi pemerintah Spanyol, seperti dimuat
Channel News Asia, tingkat infeksi nasional di Spanyol yang diukur selama 14 hari terakhir melonjak menjadi 252 kasus per 100 ribu orang pada Rabu (7/7) dari semula 117,2 kasus per 100 ribu orang pekan lalu.
Hal ini menempatkan negara itu kembali di atas ambang batas risiko ekstrem 250 kasus per 100 ribu orang.
Funke juga mengabarkan bahwa Jerman juga berencana untuk menetapkan Siprus sebagai daerah dengan insiden tinggi, yang berarti bahwa pelancong yang masuk harus dikarantina, yang dapat dipersingkat jika hasil tes negatif lima hari setelah masuk ke Jerman.
BERITA TERKAIT: