Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov ketika melakukan lawatan ke Jakarta dan bertemu dengan Menlu Retno Marsudi pada Selasa (6/7).
"Dalam kontak kami dengan para pemimpin Myanmar, para pemimpin militer, kami mempromosikan posisi ASEAN yang menurut pandangan kami harus dipertimbangkan sebagai dasar untuk menyelesaikan krisis ini dan mengembalikan situasi ke keadaan normal," ujar Lavrov dalam konferensi pers virtual bersama Retno.
Bulan lalu, pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing melakukan kunjungan ke Rusia. Kunjungan itu ditujukan untuk menghadiri konferensi keamanan internasional.
Sementara itu, Retno mengatakan, diperlukan komitmen militer Myanmar untuk bekerjasama dengan negara anggota ASEAN lainnya untuk menindaklanjuti lima poin konsensus tersebut.
"Saya telah meminta ke Rusia untuk mendukung implementasi lima poin konsensus," kata Retno.
BERITA TERKAIT: