Usai menyampaikan duka cita mendalam atas nama pemerintah, pada Senin (31/5) ia berjanji akan memberikan bantuan kepada masyarakat adat.
“Sebagai seorang ayah, saya tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya anak-anak saya diambil dari saya,†kata Trudeau dalam sebuah konferensi pers, seeprti dikutip dari
AFP.
“Dan sebagai perdana menteri, saya terkejut dengan pemberitaan memalukan ini, bahwa banyak anak pribumi yang dirampas kemerdekaannya dan berpisah dari keluarga mereka."
Trudeau mengungkapkan ia bisa merasakan bagaimana perasaan keluarganya yang kehilangan anak-anaknya.
“Keluarga tidak pernah melihat anak-anaknya lagi. Cita-cita, harapan, impian, dan potensi masa depan mereka, telah direnggut," katanya.
Kanada mengibarkan bendera setengah tiang untuk memperingati penemuan sisa-sisa mayat 215 anak yang ditemukan di lahan bekas sekolah Kamloops Indian Residential School yang didirikan lebih dari seabad yang lalu, pada Minggu (30/5) waktu setempat.
Penemuan ini telah memicu seruan untuk bertindak dari para pemimpin adat, politisi, dan penyintas sekolah asrama, dengan banyak yang mengatakan bahwa pencarian serupa harus dilakukan di situs sekolah asrama lainnya.
Trudeau, yang telah membuat rekonsiliasi dengan hampir 1,7 juta penduduk asli Kanada sebagai prioritas otoritasnya, menyatakan dia akan berbicara dengan para menterinya untuk kelanjutan hidup mereka yang selamat dari penderitaan selama masa penganiayaan di sekolah asrama itu, termask keluarga yang telah kehilangan anak-anak mereka.
“Saya tahu akan ada banyak, banyak diskusi yang akan dilakukan dalam beberapa hari dan minggu mendatang tentang bagaimana kita dapat mendukung komunitas ini dengan sebaik-baiknya. Kami menjanjikan tindakan nyata, dan begitulah cara kami akan mendukung para penyintas, keluarga, dan masyarakat adat,†kata Trudeau.
BERITA TERKAIT: