Kepala distrik Muang di Narathiwat, Kolonel Polisi Supakorn Phuengros, melaporkan hilangnya senapan tersebut kepada kepala polisi nasional Jenderal Suwat Jangyosuk dan atasan lainnya pada Senin (24/5) waktu setempat.
Menurut laporan radio, senapan-senapan tersebut menghilang dari Perusahaan Pertahanan Teritorial Narathiwat ke-2 di Tambon Kamphu, distrik Muang pada 18 Mei lalu.
Keesokan harinya, asisten bupati Muang, Mayusor Kudae, mengajukan laporan hukum kepada polisi setempat terhadap mereka yang diduga terlibat dalam penghilangan senapan di perusahaan pertahanan teritorial tersebut.
Komandan Angkatan Darat Keempat, Letjen Kriangkrai Sirak pada hari Selasa (25/5) juga mengkonfirmasi mengenai lenyapnya 28 senapan AK-102 itu.
Dia mengatakan penyidik ​​saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti terhadap mereka yang mencuri senjata tersebut.
"Dalam bentrokan di distrik Bacho di Narathiwat pada 11 Mei di mana seorang tersangka pemberontak tewas, petugas menyita satu senapan AK-102," kata Letjen Kriangkrai, seperti dikutip dari
Bangkok Post, Rabu (26/5).
"Penyelidikan awal menemukan bahwa senjata itu tidak digunakan dalam serangan apa pun, tetapi senjata itu ditemukan milik sukarelawan pertahanan di Narathiwat," ujarnya.
BERITA TERKAIT: