Dilaporkan
Reuters, ribuan penduduk desa etnis Karen juga dilaporkan bersiap untuk menyeberang ke Thailand jika aparat keamanan dan pemberontak terlibat dalam konflik bersenjata.
"Orang-orang mengatakan orang Burma akan datang dan menembak kami, jadi kami melarikan diri ke sini," ujar seorang penduduk desa Karen yang berupaya menyeberang ke Thailand bersama keluarganya.
Mereka yang bersiap melarikan diri ke perbatasan Thailand berada di kamp pengungsian Ee Thu Hta, Myanmar.
Untuk mencapai Thailand, mereka harus melewati Sungai Salween di perbatasan.
"Dalam beberapa hari mendatang, lebih dari 8.000 orang Karen di sepanjang sungai Salween harus mengungsi ke Thailand. Kami berharap tentara Thailand akan membantu mereka melarikan diri dari perang," kata Jaringan Dukungan Perdamaian Karen di Facebook.
Pada Selasa (27/4), pemberontak Karen menyerbu unit tentara Myanmar di tepi barat Salween dalam serangan menjelang fajar. Karen mengatakan 13 tentara dan tiga pejuang mereka tewas.
Militer Myanmar menanggapi dengan serangan udara di beberapa daerah dekat perbatasan Thailand.
Pihak berwenang Thailand mengatakan hampir 200 penduduk desa telah menyeberang ke Thailand pada pekan ini. Thailand telah memperkuat pasukannya dan membatasi akses ke perbatasan.
Ratusan penduduk desa di perbatasan Thailand juga telah mengungsi untuk mencari lokasi yang lebih aman.
BERITA TERKAIT: