Ia adalah Seth Andrew, mantan penasihat senior di Kantor Teknologi Pendidikan di Gedung Putih. Ia ditangkap pada Selasa (27/4) dan didakwa atas tuduhan penipuan, pencucian uang, dan membuat pernyataan palsu ke bank.
Departemen Kehakiman AS menuturkan, Andrew mendirikan Sekolah Umum Persiapan Demokrasi, sebuah sistem yang terdiri lebih dari 20 sekolah publik yang berbasis di New York City pada 2005.
Pada 2013, ia meninggalkan jaringan tersebut dan bekerja di Departemen Pendidikan, sebelum diangkat sebagai penasihat Gedung Putih hingga November 2016.
Jaksa penuntut menduga Andrew telah menggunakan koneksi dengan Sekolah Umum Persiapan Demokrasi untuk mencuri Rp 3,1 miliar. Uang tersebut merupakan dana cadangan jaringan yang digunakan Andrew untuk membuka rekening bisnis atas ama sekolah Democracy Prep di bank.
Menurut pengaduan, Andrew berusaha menyembunyikan sumber dana yang dicuri dan membuatnya tampak seperti dana milik organisasi nirlaba yang didirikan Andrew.
Namun itu terkuak ketika CEO Democracy Prep Natasha Trivers menyebut adanya penarikan dana yang tidak sah. Ia pun memberikan laporan melalui email kepada orangtua siswa pada Selasa.
"Seth meninggalkan jaringan kami pada tahun 2013. Tuduhannya adalah pengkhianatan yang mendalam atas semua yang kami perjuangkan dan untuk Anda dan anak-anak Anda, para cendekiawan dan keluarga yang kami layani," kata email Trivers.
"Untuk lebih jelasnya, dugaan kejahatan tidak pernah menimbulkan risiko apa pun bagi siswa, staf, atau operasi kami dengan cara apa pun," tambah dia.
Jaksa penuntut, seperti dimuat
Business Insider menyebut uang yang dicuri Andrew berusaha digunakan sebagai tabungan atas hipotek sebuah apartemen bernilai jutaan dolar di Manhattan.
Tanpa dana curian, Andrew tidak akan dapat memanfaatkan sepenuhnya promosi suku bunga diskon bank.
Pada persidangan, hakim menyebut Andrew dapat dibebaskan dengan jaminan pengakuan pribadi senilai 500 ribu dolar AS.
BERITA TERKAIT: