"Hubungan itu memang telah rendah, titik balik hubungan itu terjadi pada 2014," kata Andreyev, dalam sebuah wawancara dengan
TASS.
"Polandia dengan sengaja berusaha untuk menghancurkan hubungan, ikatan, dan kerja sama kami di hampir semua bidang. Kami tentu menyayangkan hal ini, karena bagi kami meninggalkan hubungan normal dengan tetangga adalah hal yang tidak masuk akal. Ya, tetapi itu tidak terlalu mengganggu kami, karena pada akhirnya, masih ada ikan lain di laut. Kami sudah terbiasa dengan kenyataan baru," kata utusan itu.
Andreyev mengatakan, kampanye Russophobic yang terang-terangan telah berlangsung di ruang politik dan informasi Polandia sejak 2014.
Para pejabat membuat pernyataan yang bermusuhan dan ofensif terhadap Rusia setiap hari. Kekuatan politik bersaing untuk menunjukkan sikap terberat terhadap Rusia, dan media arus utama digiring oleh prinsip bungkam atau malah mengatakan sesuatu yang negatif', menurut Andreyev, seperti dikutip dari Tass, Selasa (27/4).
Namun begitu, sesungguhnya tidak ada masalah yang berarti antara Rusia dan Polandia. Kedua negara bisa saling memperbaiki hubungan satu sama lain jika memang ada kemauan.
"Kami percaya bahwa tidak ada masalah antara Rusia dan Polandia yang tidak dapat diselesaikan jika kedua pihak menunjukkan kemauan politik. Tetapi karena otoritas Polandia enggan menunjukkan kemauan politik, kami dapat melakukannya tanpa itu," ujar Andreyev.
BERITA TERKAIT: