Hal itu diutarakan oleh Menteri Keuangan Malaysia Tengku Zafrul Abdul Aziz pada Senin (5/4).
Dia mengaku bahwa saat ini pihaknya sedang mencari insentif untuk membantu mendukung tujuan itu.
"Jika investor membawa R&D (
Research and Development) ini tidak benar-benar nyata, tetapi mungkin kita harus memberikan insentif untuk itu juga," ujarnya, seperti dikabarkan
Reuters.
Dia menambahkan bahwa penurunan investasi langsung asing (FDI) tahun lalu sebagian besar disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan ketidakpastian politik.
Merujuk pada laporan yang dirilis Januari lalu, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan mengatakan FDI ke Malaysia anjlok 68 persen tahun lalu. Ini adalah penurunan terbesar di kawasan Asia Tenggara.
“Saya pikir mereka (investor asing) melihat sebagian besar kebijakan masih utuh, kami tidak mengubah kebijakan pajak, inisiatif dan insentif tidak ditarik. Itu menunjukkan bahwa pemerintah konsisten,†kata Zafrul mengacu pada pergantian pemerintahan pada Februari tahun lalu.
BERITA TERKAIT: