Ketiganya adalah Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Menteri BUMN RI Erick Thohir.
Di antara yang dibahas dalam kunjungan kerja itu adalah kerjasama vaksin, peningkatan perdagangan dan investasi, serta isu kekonsuleran.
Dalam keterangan yang diterima redaksi
Kantor Berita Politik RMOL dari KBRI Bejing, Minggu siang (4/4), disebutkan bahwa selama berada di China, ketiga menteri tersebut telah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Pimpinan Provinsi Fujian.
Selain itu, mereka juga melakukan pertemuan terpisah dengan sejumlah mitra kerja masing-masing dan perusahaan China baik yang telah menjalin kerjasama dengan Indonesia maupun yang berminat mengembangkan bisnis di Indonesia.
Salah satu isu utama yang diangkat dalam kunjungan itu adalah kerjasama pengadaan vaksin Covid-19 serta potensi pengembangan kerjasama antara perusahaan vaksin China dengan perusahaan lokal di Indonesia.
Hal ini dilakukan bukan hanya untuk membantu Indonesia dalam penyediaan vaksin mandiri namun juga dalam rangka mendukung Indonesia menjadi regional hub produksi vaksin di kawasan.
Mengingat urgensi penyediaan vaksin Covid-19 di Indonesia, Menlu Retno menekankan penting bagi perusahaan-perusahaan vaksin China yang telah menandatangani komitmen dengan Indonesia untuk segera memenuhi jadwal penyediaan vaksin yang telah disepakati bersama.
Apresiasi Pemulangan ABKMenlu Retno Marsudi dalam pertemuan dengan Menlu Wang Yi mengapresiasi bantuan pemerintah Chhina selama ini dalam isu pemulangan ABK Indonesia.
Dia berharap pemerintah China dapat selalu memfasilitasi penyelesaian isu ABK Indonesia dan mengusulkan pembentukan kerjasama bilateral yang khusus mengatur penempatan seluruh ABK Indonesia.
Selain itu, Retno juga mengharapkan dukungan pemerintah China untuk memfasilitasi kembalinya para pelajar Indonesia ke tempat studi masing-masing di China, mengingat perkuliahan dan sekolah di Tiongkok telah kembali normal sejak akhir 2020 lalu.
Investor Asing Kedua Mengingat China adalah investor asing terbesar kedua di Indonesia, dalam kunjungan kerja ini Menteri BUMN RI Erick Thohir menggelar pertemuan dengan perusahaan baterai listrik CBL maupun perusahaan pembangun kilang smelter grade alumina (SGA) Chalieco yang telah menanamkan modal di Indonesia dan berminat memperluas investasi ke kota-kota lain di Indonesia.
CBL yang merupakan platform perusahaan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) di Indonesia merencanakan investasi untuk mengembangkan rantai industri baterai di Indonesia yang diawali dari pengolahan bahan baku nikel, pembangunan charging station sampai dengan manufaktur kendaraan listrik.
Pada kesempatan tersebut, Menteri BUMN RI menegaskan dukungan pemerintah bagi kelangsungan investasi perusahaan di Indonesia.
Selain itu, Erick Thohir juga bertemu dengan Vice Chairman State-Owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC) China untuk membahas kerja sama antara BUMN Indonesia dan China melalui antara lain pembentukan platform kerja sama konkret dan saling menguntungkan.
SASAC juga akan memfasilitasi BUMN Indonesia untuk mencarikan mitra lokal di China yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia.
Kerjasama Pertanian dan FurnitureAdapun Menteri Perdagangan M. Lutfhi dalam kunjungan itu menggelar pertemuan dengan berbagai perusahaan China yang bergerak di produk pertanian dan furnitur.
Hasil dari pertemuan tersebut memunculkan komitmen impor dari Indonesia sebesar 1,38 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 20,04 triliun.
Realisasi komitmen tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk lebih memperbaiki neraca dagang Indonesia dan China.
Mendag RI dan Menteri BUMN RI juga telah menerima rencana investasi Shandong Timber and Wood Association sebesar 1,35 miliar dolar AS atau Rp 19,6 triliun di kawasan industri di Indonesia.
Kunjungan kerja ketiga menteri RI itu didampingi langsung oleh Dutabesar RI untuk Beijing Djauhari Oratmangun.
Kepada redaksi, Dubes Djauhari Oratmangun menuturkan bahwa seluruh kesepakatan dan komitmen yang dicapai dalam pertemuan ketiga menteri masing-masing mitra di China akan segera ditindaklanjuti.
“Sebagai mitra dagang dan investor utama bagi Indonesia, realisasi peningkatan kerja sama dengan Tiongkok akan berkontribusi penting dalam pemulihan ekonomi di Indonesia,†ujar Dubes Djauhari.
Pada bulan Januari 2021 lalu, sebagai salah satu hasil kunjungan kerja State Councilor atau Menlu China Wang Yi ke Indonesia, kedua negara telah menandatangani MoU “Two Countries Twin Parksâ€.
Ini merupakan kesepakatan kerjasama antara Fuqing Yuanhong Industrial Park yang terletak di Provinsi Fujian dengan tiga mitra kawasan industri di Batang, Bintan, dan Aviarna Semarang.
Kerja sama dalam kerangka Belt and Road Initiative tersebut diharapkan dapat menjadi green channel untuk lebih mempromosikan promosi perdagangan dan investasi kedua negara.
BERITA TERKAIT: