Iran dengan tegas menolak tawaran Amerika Serikat (AS) untuk melonggarkan sanksi secara bertahap. Alih-alih, Teheran ingin Washington segera mencabut semua sanksi jika ingin menyelamatkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015.
"Tidak ada rencana langkah demi langkah yang sedang dipertimbangkan. Kebijakan definitif Republik Islam Iran adalah mencabut semua sanksi AS," kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh pada Sabtu (3/4).
Tawaran pelonggaran sanksi secara bertahap muncul menjelang dialog antara Iran dengan negara-negara JCPOA yang akan dilakukan di Wina, Austria pada pekan depan, seperti dalam laporan
Reuters.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan, fokus pembicaraan di Wina adalah langkah-langkah yang perlu diambil agar Iran kembali mematuhi kesepakatan nuklir.
Pada pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, AS meninggalkan kesepakatan nuklir pada 2018. Ia kemudian menerapkan kebijakan tekanan maksimum pada Iran dengan memberlakukan banyak sanksi. Sementara Teheran mulai memperkaya uraniumnya lagi melewati batas yang ditetapkan JCPOA.
Namun penggantinya, Joe Biden berusaha menghidupkan kembali kesepakatan. Biden mengatakan, AS akan kembali ke JCPOA jika Iran mematuhi kesepakatan. Di sisi lain, Teheran menyebut akan mematuhi kesepakatan jika Washington mencabut semua sanksinya.
Menjelang dialog, Iran, China, Rusia, Prancis melakukan pertemuan virtual pada Jumat (2/4) untuk membahas kembalinya AS.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan telah meminta Iran untuk menghindari pelanggaran komitmen nuklirnya. Ia juga meminta Teheran untuk menunjukkan sikap konstruktif dalam pembicaraan dengan AS nanti.
BERITA TERKAIT: