Rival Erdogan Mundur Dari Partai Oposisi, Siapkan Kendaraan Politik Baru Jelang Pemilu Turki 2023

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 09 Februari 2021, 06:22 WIB
Rival Erdogan Mundur Dari Partai Oposisi, Siapkan Kendaraan Politik Baru Jelang Pemilu Turki 2023
Politikus Turki Muharrem Ince/Net
rmol news logo Saingan utama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pemilu 2018, Muharrem Ince, menyatakan mengundurkan diri dari partai oposisi utama dan akan membentuk gerakannya sendiri pada Senin (8/2) waktu setempat.

Keputusan pengunduran diri Ince disampaikan saat dirinya berbicara pada konferensi pers di ibu kota Ankara. Dia mengatakan keputusan pengunduran dirinya dikarenakan adanya keretakan yang dalam antara para pemimpin partai dan pemilih.

"Saya akan (mengundurkan diri) hari ini menggunakan aplikasi e-government," ujarnya, yang kemudian dikonfirmasi satu sumber yang tidak disebutkan namanya.

"Dan tentunya setelah 42 tahun tidak bisa berakhir hanya dengan menekan tombol. Saya akan mengirimkan alasannya secara tertulis selama seminggu," ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (8/2).

Ince adalah mantan anggota parlemen dari Partai Rakyat Republik (CHP). Ia kalah dalam pemilu 2018 ketika melawan rivalnya, Erdogan dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK). Ia hanya meraih 30,6 persen suara dalam pemilihan tersebut, sementara saingannya menang dengan raihan 52,6 persen total suara.

Sejak itu, Ince tetap menjadi pusat perhatian dan mengacungkan identitas sekuler dan nasionalisnya dalam tur nasional yang dijuluki 'Gerakan Tanah Air dalam 1.000 hari' pada 2020.

Sebelumnya, tiga anggota parlemen dari CHP juga mengundurkan diri dan bergabung dengan gerakan yang dipimpin oleh Ince.

Ince sendiri telah berjanji akan mengungkap nama dan logo partai barunya "segera".

"Kami akan memberikan kesempatan bagi Turki, jalan keluar, pilihan. Kami akan menciptakan Turki yang merdeka," kata Ince dalam penampilan yang berapi-api.

Ince tampaknya mengindikasikan bahwa dia akan mencalonkan diri sebagai presiden lagi dengan menegaskan, bahwa dia akan mendapatkan "50 persen plus satu" suara, yang merupakan margin yang dibutuhkan untuk menjadi presiden pada putaran pertama.

Pemilihan presiden Turki berikutnya diharapkan akan digelar pada Juni 2023. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA