Otoritas negara yang terletak di kepulauan Karibia itu mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil menggagalkan upaya pembunuhan Presiden Jovenel Moise yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah, pada Minggu (7/2) waktu setempat.
Pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa mereka berhasil mengamankan sekitar 23 orang yang diduga terlibat, termasuk seorang hakim tinggi dan seorang pejabat dari polisi nasional.
Menteri Kehakiman Rockefeller Vincent menyebut rencana pembunuhan yang gagal terhadap Presiden Moise itu sebagai sebuah tindakan 'percobaan kudeta'.
"Saya berterima kasih kepada kepala keamanan saya di istana. Tujuan orang-orang ini adalah mencoba hidup saya," kata Moise, seperti dikutip dari
AFP, Senin (8/2).
"Rencana itu dibatalkan," tambahnya, berbicara di landasan pacu di bandara Port-au-Prince, ditemani oleh istri dan Perdana Menteri Joseph Jouthe.
Jouthe dalam keterangannya mengatakan, komplotan telah menghubungi pejabat polisi di istana presiden yang berencana untuk menangkap Moise dan kemudian membantu memasang presiden "transisi".
Leon Charles, direktur kepolisian nasional Haiti, mengatakan petugas telah menyita dokumen, uang tunai dan beberapa senjata, termasuk senapan serbu, senapan mesin ringan Uzi, pistol dan parang.
Jouthe menambahkan bahwa di antara dokumen-dokumen itu ada pidato dari hakim yang berencana menjadi pemimpin sementara dalam pemerintahan transisi.
BERITA TERKAIT: